Pandeglang, Januari 17, 2012Attention To:Mr. BondanHuman Resources DepartmentPT. InsitJln. Ade Irma Suryani NasutionPandeglangDear Sir,On this good opportunity, I would like to apply as a Instrumentation and Control System Engineer in your company. My name is Muhamad Aripin, 22 years old, male, single, energetic and healthy. I am a Control System Engineer and graduated from Tugu Muda University (UNTUMU) on May 2007 with GPA 3.78. I would like to have career to expand my experience.My personality as a hard worker and fast learner type of person would bring benefit to your company. I will be very appreciated if you could give in opportunity to work in your company.Herewith I enclose my curriculum vitae, which will give details of my qualification.I hope my qualifications and experience merit your consideration and look forward to your reply.Sincerely yours,Muhamad AripinPhone : 031-71223377Jl. KH. Tb. Abdul HalimPandeglang Banten 42213
Jumat, 16 Maret 2012
Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris
Contoh Surat Lamaran Kerja
Tangerang, Januari 20,
2012
Attention To:
Mr. Wiman Jason
Human Resources Department
PT. Persada Bumida Terpadu
Jl. Raya Sukamaju No. 11
Tangerang
Dear Sir,
On this good opportunity, I would like to apply as a
Instrumentation and Control System Engineer in your company. My name is Muhamad Aripin, 22 years old, male, single, energetic and healthy. I am a Control
System Engineer and graduated from Suryadarma University (UNSURYA) on May 2007
with GPA 3.78. I would like to have career to expand my experience.
My personality as a hard worker and fast learner type of
person would bring benefit to your company. I will be very appreciated if you
could give in opportunity to work in your company.
Herewith I enclose my curriculum vitae, which will give
details of my qualification.
I hope my qualifications and experience merit your
consideration and look forward to your reply.
Sincerely yours,
Muhamad Aripin
Phone : 021 - 5758548
Jl. Melati No.23
Tangerang - 15712
Contoh Surat Lamaran Pekerjaan
February 28, 2012
Personnel Manager
PT. Ungu
Jl. Hayam Wuruk 25 A
Jakarta 15677
Dear Personnel Manager :
I believe my 10 years of accounting experience might be an asset to PT. Ungu, and therefore I have enclosed my resume for your consideration.
I seek a stable opportunity and strongly identification with Carolina Herrera. I was fully responsible for the preparation of monthly consolidated financial statements for management and public reporting, and the Annual Report to Shareholders- and shared responsibility with the Corporate Controller in maintaining operating units compliance with the PSAK.
When can we set up an interview? I may be reached at 021 442-5770. Your consideration is greatly appreciated.
Sincerely,
Your Name
Kamis, 15 Maret 2012
Drama Untuk 5 Orang Berbahasa Indonesia
Anggi : Arip, bisakah kau menolongku sedikit saja?
Arip : Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong?
Anggi : Kenapa dengan mu Arip? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa dengan itu?
Arip : Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.
Erna : kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu.
Anggi : Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Arip?
Arip: Baik-baik saja? Gini ya Erna, tadi si miskin ini meminta bantuan ke aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh.
Erna: Jangan begitu Arip. Bukannya kau dan Anggi memang bersahabat dari kecil? Masa karna sekarang Anggi dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya.
Aripin : Betul itu kata Erna. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukan menghina dia seperti itu. Kasian kan dia.
Sukria : Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?
Arip : Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik! Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing-masing.
Aripin : Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kamu dan Anggi berakhir seperti ini.
Arip : sudah itu bukan urusan ku dan juga kalian. ( Arip pun langsung pulang )
Sukria : Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Anggi. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Anggi ketika ada masalah?
Erna : ya itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu, Arip hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.
Aripin : Pantas saja.
Sukria : Pantas apanya?
Aripin: sudahlah jangan dibahas lagi, mending kita pulang saja.
Erna : betul itu.
Drama untuk 5 Orang Berbahasa Inggris
Arip and Anggi
a good friend
Anggi: Arip, can you help me a little?
Arip: What? Help you? Do you think that you who to me
please?
Anggi: What about you Arip? Are not we friends? Times have you
forgotten that?
Arip: Friend? I'm sorry I did not have friends like you who
are poor. I just want to make friends with rich people.
Erna: why the two of you? It seems so troubled.
anggi: There's nothing really. We're both fine. Arip is not
it?
arip: righ? yes, the poor had to ask for help to me. But
unfortunately I do not want to help people like him. Where he was admit I admit
friends again? Averse
(Anggi was going to hear words like that Arip)
erna: Do not be so Arip. Not that you and Anggi's friends
from childhood? Period because now Anggi and his family impoverished, you do
not want any more friendly to him. Rather than at times like this you can show
it to him, if you're his friend. Rather than leaving it.
Aripin: Yes it says Erna. You should now support him, not
insult him like that. He's too sad.
Sukria: Yes it is. What kind of friend are you?
arip:? You think that you dare not you advise me ? Goody!
It's up to me dong what to do. Mind yourselves respectively.
Aripin: We do not intend to advise you or pretentious either.
But we do not want your friendship and Anggi end like this.
arip: it was no concern of yours and you. (Arip went
straight home)
sukria: Satan what possessed him? How could he do that to Anggi.
Had not he always defended the Anggi-defense when there is a problem?
erna: yes it is only he who knows. But one thing that
finally we know, Arip is only willing to make friends with people who are rich.
Aripin: No wonder.
sukria: No wonder what?
Aripin: never mind do not be discussed again, mending our
home.
erna: it's true.
Rabu, 14 Maret 2012
arti sahabat
Luna, Satrya, Olive, Bondan dan Meta sedang duduk bergerombol bersama. Mereka mengobrol, bernyanyi sambil sesekali tertawa lantang, saling menjahili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis.
Karena merasa iri hati, Lexa dan Tita yang tak mempunyai banyak teman datang untuk mengacaukan suasana.
Lexa : “Idih…!! suara pas-pasan aja sok mau nyanyi! Diem aja deh mendingan,” (dengan wajah menghina)
Bondan : “Eh.. suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah cempreng tuu!”
Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali Lexa dan Tita yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan Lexa dan Tita.
Lexa dan Tita : (pergi meninggalkn tempat dengan wajah berlipat)
Bondan : “Hmm.. sorry fren, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu..”
Meta : “Duh, sibuknya! Ya udah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambai-lambaikan tangan)
Olive : “Waduh.. panggilan alam nih, aku ke toilet dulu yah..? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain)
Luna : “Hmm, dateng lagi deh ‘langganannya’! Dasar gak berubah.. haha..”(menggeleng-gelengkan kepala)
Meta : “Hahaha, biasa lah, Na. Kalo nggak gitu, bukan Olive namanya,”
Luna : “Eh, haus nih.. minum es enak kali ya??”
Satrya : “Iya juga ya. Oke kalo gitu aku beli es dulu ya, tunggu di sini aja sama Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta)
Meta : “Na.. sebenernya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.”
Luna : “Rahasia? Cerita aja, Ta.. kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta)
Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di tangannya. Satrya melihat Luna dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat tersadar dari lamunannya, ia menuju Meta dan Luna, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Meta.
Meta : “Aku.. su—ka Bondan!!” (dengan terbata-bata)
Satrya : “Hah..?! Meta suka Bondan??” (berkata lirih)
Kebetulan Olive juga sudah datang.
Olive : “Hah?!” (datang tiba-tiba dan mendengar ucapan Meta yang membuatnya kesal)
Di saat itu pula pertengkaran terjadi.
Luna : “Eh, kalian udah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus)
Olive : “Ta.. serius kamu suka Bondan??”
Meta : “Hmm.. ngomong apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu)
Olive : “Halah..!! gak usah bo’ong deh.. aku denger kok!” (dengan nada agak tinggi)
Luna : “Kamu salah denger, kali?” (berusaha menengahi)
Olive : “Ta, kayaknya kamu juga harus tahu! Aku suka ama Bondan udah lama banget, kamu nggak boleh gitu dong!! Kayak nggak ada yang lain aja?!” (marah-marah)
Satrya : “Heh udah diem semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Olive dan Meta)
Meta : “Oh gitu ya?! Berarti kamu tuh yang ngerebut gebetan temen sendiri, kamu aja yang naksir ama cowok laen, ngapain pake nyuruh aku??” (balik marah)
Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah.
Luna : “Udah, udah… jangan bertengkar cuma gara-gara masalah cowok!” (berusaha melerai)
Satrya : “Kita udah temenan lama, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah sepele kayak gini!” (berkata paling bijak)
Olive : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri)
Aaron dan Julio merupakan sahabat baik
Julio : Aaron, bisakah kau menolongku sedikit saja?
Aaron : Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong?
Julio : Kenapa dengan mu Aaron? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa dengan itu?
Aaron : Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.
Nuii : kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu.
Julio : Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Aaron?
Aaron : Baik-baik saja? Gini ya Nui, tadi si miskin ini meminta bantuan ke aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh.
..........( Julio pun pergi karena mendengar perkataan Aaron seperti itu )……….
Nuii : Jangan begitu Aaron. Bukannya kau dan Julio memang bersahabat dari kecil? Masa karna sekarang Julio dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya.
Romario : Betul itu kata Nui. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukan menghina dia seperti itu. Kasian kan dia.
Gerit : Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?
Aaron : Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik! Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing-masing.
Romario : Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kamu dan Julio berakhir seperti ini.
Aaron : Halah itu bukan urusan ku dan juga kalian. ( Aaron pun langsung pulang )
Gerit : Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Julio. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Julio ketika ada masalah?
Nuii : ya itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu, Aaron hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.
Romario : Pantas saja.
Gerit : Pantas apanya?
Romario : sudahlah jangan dibahas lagi, mending kita pulang saja.
Nuii : betul itu.
Narator : keesokan harinya Mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa, tetapi tidak dengan Julio. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan kesekolah, dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Julio di pinggir jalan yang sedang mencari barang bekas.
Nuii : Hey bukannya itu Julio?
Romario : ia benar itu Julio. Sedang ngapain dia? Bukannya masuk sekolah malah keliuran seperti itu.
Nuii : ia benar. (Nuii pun langsung menarik Aaron yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan Iphone-nya) Liat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?
Aaron : haha… Pasti sedang mengais-ngais sampah. Namanya juga orang miskin.
Gerit : Apaan sih. Ayo kita samperin saja dia.
Nuii : Julio, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk 2 minggu ini?
Julio : (dengan Kaget) aku? Ya seperti yang kalian liat.
Aaron : aku bilang juga apa. Pasti dia sedang mengais-ngais sampah. Seperti tidak tahu saja kalian kerjaan orang miskin.
Romario : sudahlah Aaron, begitu-begitu Julio itu sahabatmu.
Nuii : Apa-apaan sih. Kenapa kau tidak masuk sekolah lagi Julio?
Julio : Begini, orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah, jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.
Gerit : Mulia betul hati mu sobat.
Aaron : haha. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia.
Julio : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang sudah miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku, tapi jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu. Satu lagi, aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu. Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. Terima kasih Aaron. (Julio pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk)
Nuii : sudah puas kau menyakiti dia? ingat Aaron, suatu hari nanti kau juga akan merasa apa yang Julio rasakan sekarang.
Gerit dan Romario : Betul itu.
Aaron : haha. Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin seperti dia. Toh keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan banyak uang. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Haha ( sambil tertawa Aaron pun jalan meninggalkan mereka bertiga)
Gerit : Sombong sekali itu anak. Semoga hidupnya baik-baik saja.
Nuii : ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita, namun tidak dalam kehidupan kita
Romario : ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi dengan Julio.
……….( mereka bertiga akhrinya melanjutkan perjalan ke sekolah )……….
Narator : Hari itu merupakan hari terakhir mereka bertemu Julio. Dan ketika semuanya telah terjadi, Aaron pun merasakan apa yang dulu Julio rasakan. Keluarganya bangkrut karena ditipu oleh orang lain. Tapi sayangnya Aaron tidak terima dengan hidupnya yang miskin, dan ia beranggapan bahwa semua ini salah Julio.
Langganan:
Postingan (Atom)